SURABAYA - Selama ini Canon masih dikenal sebagai
raja kamera. Namun untuk segmen kamera video camcoder, nama Canon
mungkin masih belum dikenal mentereng seperti produk kameranya.
Hal
tersebut wajar saja, mengingat Canon baru melakukan ekspansi di pasar
kamera camcoder pada tahun 2006 lalu. Kendati demikian, produsen ini
berlahan mulai menapaki sebagai penyedia produk perekam video. Menurut
data GFK, saat ini Canon masih menempati posisi ke-4 dalam daftar vendor
camcoder.
"Tahun ini kita akan akan mengeluarkan 12 camcoder
dengan 8 tipe yang berbeda, ini demi meningkatkan marketshare Canon di
pasar Indonesia," terang Monic Arisetyawan, Senior Marketing Manager PT
Datascript Indonesia, di sela-sela Legria Press Tour Bromo, Kamis
(18/3/2010) siang.
Ditambahkan Monic, saat ini tren camcoder
sudah beralih dari standar definition menjadi high definition (HD), dari
sisi storage pun camcoder telah berubah ke arah flash memori. Di
Indonesia sendiri, camcoder HD dan flash memori masih merangkul pangsa
yang tidak terlalu besar.
"Untuk tahun 2010, produk camcoder yang
ada di pasar Indonesia tidak akan berubah seperti ada yang ada di tahun
2010, yaitu 105 ribu unit," tambah Monic, mengutip data GFK
Datascript
sendiri sebagai mitra distributor Canon di Indonesia, menargetkan bisa
meraih 8500 unit dari total 105 ribu unit camcoder tersebut. Dengan
target tersebut, Monic optimis bisa meraih posisi ketiga dalam daftar
camcoder di tanah air.
"Kami sendiri sangat yakin bisa menduduki
posisi ketiga, karena Canon merupakan pelopor camcoder HD dan flash
memori," tandasnya.
Memang dari tahun ke tahun, market share
Canon di Indonesia selalu meningkat. Pada tahun 2006, Canon hanya
merebut pasar 1,2 persen saja, lalu 2007 naik 3,28 persen, melonjak di
tahun 2008 sebesar 6,2 persen, dan di 2009 lalu mereka sukses membukukan
8,4 persen.
0 komentar:
Posting Komentar