Jumat, 19 Maret 2010
Canon Optimistis Raih Posisi 3 Pasar Camcoder
SURABAYA - Selama ini Canon masih dikenal sebagai
raja kamera. Namun untuk segmen kamera video camcoder, nama Canon
mungkin masih belum dikenal mentereng seperti produk kameranya.
Qualcomm Buyback Saham USD3 Miliar
SAN FRANSISCO - Produsen chip ponsel ternama
Qualcomm berupaya untuk membeli kembali saham mereka senilai USD3
miliar. Langkah ini akan meningkatkan perolehan dividen mereka sebanyak
12 persen.
"Program ini merupakan kelanjutan dari rencana buyback
senilai USD2 miliar, yang baru-baru ini mencapai USD1,7 miliar. Dengan
demikian dividen per kuartal saat ini mencapai 19 sen per saham, naik
dua poin dari sebelumnya yang hanya 17 sen," ujar pihak Qualcomm,
seperti dikutip melalui Business Week, Selasa (2/3/2010).
Langkah
buyback ini merupakan strategi untuk membuat stok saham semakin
atraktif, setelah sebelumnya Qualcomm mengalami tahun-tahun yang tidak
menyenangkan, dan performanya dianggap buruk untuk kategori perusahaan
teknologi, di Index S&P 500. Saham Qualcomm pun turun paling banyak
selama 10 tahun terakhir.
"Meski dengan dividen yang meningkat,
dan rencana buybck, Qualcomm sebenarnya memiliki uang yang cukup untuk
meningkatkan performa perusahaan," ujar analis dari JPMorgan Chase &
Co Steven O'Brien.
Qualcomm saat ini dikenal sebagai salah satu
perusahaan terkaya di industri semikonduktor, dengan pendapatan yang
hampir sama dengan Intel Corp, perusahaan pembuat chip terbesar di
dunia. Kuartal yang lalu pun diakhiri Qualcomm dengan pendapatan USD18,9
miliar, naik dari pendapatan kuartal sebelumnya yang hanya USD17,7
miliar.
Qualcomm sepertinya menggunakan langkah buyback dan
dividen untuk mengembalikan dana senilai USD12,6 miliar kepada investor
sejak 2003.
Kebanyakan keuntungan Qualcomm dikontribusi dari
teknologi lisensi chip-nya yang digunakan dalam perangkat dan sistem
ponsel. Chip buatannya, yang saat ini digunakan oleh banyak vendor
ponsel dunia, merupakan komponen terpenting dari ponsel yang mampu
mentranslasikan sinyal radio ke dalam bentuk suara dan data.
Google & Sony Kembangkan TV Android
SAN FRANSISCO - Google dikabarkan tengah
bekerjasama dengan Sony dan Intel mengembangkan platform TV Google untuk
menghadirkan web ke ruang tamu keluarga.
Google menyebut TV
yang tengah dikembangkannya ini merupakan TV generasi terbaru yang
memungkinkan koneksi internet didalamnya. Sehingga penonton dapat
mengakses internet melalui TV.
Kerjasama ini akan memudahkan
penonton mengakses konten video menarik dari web, situs berbagi foto,
dan berselancar di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
Tujuannya,
seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (19/3/2010) adalah untuk
memudahkan penonton mengakses web semudah mengganti channel.
Meski
beberapa pembuat TV seperti Samsung menjual TV dengan koneksi internet,
akses onlinenya terbatas pada 'widget' tertentu seperti laporan cuaca,
Skype atau headline berita.
Sayangnya hingga saat ini, tidak satu
pun dari tiga perusahaan yang disebut dalam kerjasama memberikan
komentar terbarunya ke publik perihal desas desus ini.
Dugaan
menguat ketika Intel mengeluarkan pengumuman, tengah mencari teknisi
aplikasi senior yang memiliki pengalaman di platform Android. Intel juga
mengharuskan calon teknisi tersebut bisa membawa Intel melakukan
perubahan dalam teknologi layar komputer ke layar perangkat mobile dan
televisi.
Google disebut-sebut tengah mencoba TV yang
dikembangkannya ini dengan provider TV satelit terbesar kedua di AS
bernama Dish Network. Kabar yang beredar hanya menyebutkan, Google
berupaya menciptakan seperangkat alat baru berbasis Android yang memilii
fungsi penyiaran dan layanan video online.
48% Facebooker, Bangun Tidur Langsung Update Status
NEW YORK - Kecanduan situs jejaring sosial tengah
melanda generasi muda. Sebisa mungkin, para pengguna Facebook ataupun
Twitter harus mengecek halaman kedua situs tersebut setiap saat.
Retrevo,
situs belanja barang-barang elektronik menemukan bahwa jejaring sosial
telah menjadi bagian dari hidup masyarakat modern. Berdasarkan survei
yang dilakukan terhadap 1.000 orang Amerika Serikat, Retrevo
mengungkapkan bahwa masyarakat AS terobsesi untuk selalu bertukar
informasi dengan teman, atau keluarga.
Andrew Eisner, Director of
Community and Content Retrevo Gadgetology mengatakan, dari hasil survei
terlihat bahwa 48 persen responden mengaku selalu mengecek Facebook
atau Twitternya sebelum tidur atau saat mereka terbangun di pagi hari.
Selain itu, juga ditemukan bahwa 19 persen dari responden kelompok umur
di bawah 25 tahun, selalu mengupdate statusnya sepanjang hari mulai dari
bangun tidur hingga sebelum tidur.
"11 persen dari kelompok
umur di atas 25 tahun juga melakukan hal yang sama, mengupdate setiap
saat," kata Eisner seperti dikutip Networkworld, Kamis (18/3/2010).
"Hampir
setengah dari pengguna jejaring sosial selalu mengecek informasi saat
terbangun di pagi hari," tandas Eisner.
Alasan utama, para
pengguna jejaring sosial adalah untuk mengetahui setiap informasi
terbaru termasuk berita-berita di dunia melalui Facebook atau Twitter.
Kendati
demikian, Eisner tak mengatakan bahwa jejaring sosial berbahaya bagi
penggunannya, tapi ia menyarankan sebaiknya pengguna tak kecanduan
dengan situs-situs jejaring tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)











