Jumat, 19 Maret 2010

Canon Optimistis Raih Posisi 3 Pasar Camcoder

SURABAYA - Selama ini Canon masih dikenal sebagai raja kamera. Namun untuk segmen kamera video camcoder, nama Canon mungkin masih belum dikenal mentereng seperti produk kameranya.

Hal tersebut wajar saja, mengingat Canon baru melakukan ekspansi di pasar kamera camcoder pada tahun 2006 lalu. Kendati demikian, produsen ini berlahan mulai menapaki sebagai penyedia produk perekam video. Menurut data GFK, saat ini Canon masih menempati posisi ke-4 dalam daftar vendor camcoder.

"Tahun ini kita akan akan mengeluarkan 12 camcoder dengan 8 tipe yang berbeda, ini demi meningkatkan marketshare Canon di pasar Indonesia," terang Monic Arisetyawan, Senior Marketing Manager PT Datascript Indonesia, di sela-sela Legria Press Tour Bromo, Kamis (18/3/2010) siang.

Ditambahkan Monic, saat ini tren camcoder sudah beralih dari standar definition menjadi high definition (HD), dari sisi storage pun camcoder telah berubah ke arah flash memori. Di Indonesia sendiri, camcoder HD dan flash memori masih merangkul pangsa yang tidak terlalu besar.

"Untuk tahun 2010, produk camcoder yang ada di pasar Indonesia tidak akan berubah seperti ada yang ada di tahun 2010, yaitu 105 ribu unit," tambah Monic, mengutip data GFK

Datascript sendiri sebagai mitra distributor Canon di Indonesia, menargetkan bisa meraih 8500 unit dari total 105 ribu unit camcoder tersebut. Dengan target tersebut, Monic optimis bisa meraih posisi ketiga dalam daftar camcoder di tanah air.

"Kami sendiri sangat yakin bisa menduduki posisi ketiga, karena Canon merupakan pelopor camcoder HD dan flash memori," tandasnya.

Memang dari tahun ke tahun, market share Canon di Indonesia selalu meningkat. Pada tahun 2006, Canon hanya merebut pasar 1,2 persen saja, lalu 2007 naik 3,28 persen, melonjak di tahun 2008 sebesar 6,2 persen, dan di 2009 lalu mereka sukses membukukan 8,4 persen.

Qualcomm Buyback Saham USD3 Miliar

SAN FRANSISCO - Produsen chip ponsel ternama Qualcomm berupaya untuk membeli kembali saham mereka senilai USD3 miliar. Langkah ini akan meningkatkan perolehan dividen mereka sebanyak 12 persen.

"Program ini merupakan kelanjutan dari rencana buyback senilai USD2 miliar, yang baru-baru ini mencapai USD1,7 miliar. Dengan demikian dividen per kuartal saat ini mencapai 19 sen per saham, naik dua poin dari sebelumnya yang hanya 17 sen," ujar pihak Qualcomm, seperti dikutip melalui Business Week, Selasa (2/3/2010).

Langkah buyback ini merupakan strategi untuk membuat stok saham semakin atraktif, setelah sebelumnya Qualcomm mengalami tahun-tahun yang tidak menyenangkan, dan performanya dianggap buruk untuk kategori perusahaan teknologi, di Index S&P 500. Saham Qualcomm pun turun paling banyak selama 10 tahun terakhir.

"Meski dengan dividen yang meningkat, dan rencana buybck, Qualcomm sebenarnya memiliki uang yang cukup untuk meningkatkan performa perusahaan," ujar analis dari JPMorgan Chase & Co Steven O'Brien.

Qualcomm saat ini dikenal sebagai salah satu perusahaan terkaya di industri semikonduktor, dengan pendapatan yang hampir sama dengan Intel Corp, perusahaan pembuat chip terbesar di dunia. Kuartal yang lalu pun diakhiri Qualcomm dengan pendapatan USD18,9 miliar, naik dari pendapatan kuartal sebelumnya yang hanya USD17,7 miliar.

Qualcomm sepertinya menggunakan langkah buyback dan dividen untuk mengembalikan dana senilai USD12,6 miliar kepada investor sejak 2003.

Kebanyakan keuntungan Qualcomm dikontribusi dari teknologi lisensi chip-nya yang digunakan dalam perangkat dan sistem ponsel. Chip buatannya, yang saat ini digunakan oleh banyak vendor ponsel dunia, merupakan komponen terpenting dari ponsel yang mampu mentranslasikan sinyal radio ke dalam bentuk suara dan data.

Google & Sony Kembangkan TV Android


SAN FRANSISCO - Google dikabarkan tengah bekerjasama dengan Sony dan Intel mengembangkan platform TV Google untuk menghadirkan web ke ruang tamu keluarga.

Google menyebut TV yang tengah dikembangkannya ini merupakan TV generasi terbaru yang memungkinkan koneksi internet didalamnya. Sehingga penonton dapat mengakses internet melalui TV.

Kerjasama ini akan memudahkan penonton mengakses konten video menarik dari web, situs berbagi foto, dan berselancar di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Tujuannya, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (19/3/2010) adalah untuk memudahkan penonton mengakses web semudah mengganti channel.

Meski beberapa pembuat TV seperti Samsung menjual TV dengan koneksi internet, akses onlinenya terbatas pada 'widget' tertentu seperti laporan cuaca, Skype atau headline berita.

Sayangnya hingga saat ini, tidak satu pun dari tiga perusahaan yang disebut dalam kerjasama memberikan komentar terbarunya ke publik perihal desas desus ini.

Dugaan menguat ketika Intel mengeluarkan pengumuman, tengah mencari teknisi aplikasi senior yang memiliki pengalaman di platform Android. Intel juga mengharuskan calon teknisi tersebut bisa membawa Intel melakukan perubahan dalam teknologi layar komputer ke layar perangkat mobile dan televisi.

Google disebut-sebut tengah mencoba TV yang dikembangkannya ini dengan provider TV satelit terbesar kedua di AS bernama Dish Network. Kabar yang beredar hanya menyebutkan, Google berupaya menciptakan seperangkat alat baru berbasis Android yang memilii fungsi penyiaran dan layanan video online.

48% Facebooker, Bangun Tidur Langsung Update Status

NEW YORK - Kecanduan situs jejaring sosial tengah melanda generasi muda. Sebisa mungkin, para pengguna Facebook ataupun Twitter harus mengecek halaman kedua situs tersebut setiap saat.

Retrevo, situs belanja barang-barang elektronik menemukan bahwa jejaring sosial telah menjadi bagian dari hidup masyarakat modern. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.000 orang Amerika Serikat, Retrevo mengungkapkan bahwa masyarakat AS terobsesi untuk selalu bertukar informasi dengan teman, atau keluarga.

Andrew Eisner, Director of Community and Content Retrevo Gadgetology mengatakan, dari hasil survei terlihat bahwa 48 persen responden mengaku selalu mengecek Facebook atau Twitternya sebelum tidur atau saat mereka terbangun di pagi hari. Selain itu, juga ditemukan bahwa 19 persen dari responden kelompok umur di bawah 25 tahun, selalu mengupdate statusnya sepanjang hari mulai dari bangun tidur hingga sebelum tidur.

"11 persen dari kelompok umur di atas 25 tahun juga melakukan hal yang sama, mengupdate setiap saat," kata Eisner seperti dikutip Networkworld, Kamis (18/3/2010).

"Hampir setengah dari pengguna jejaring sosial selalu mengecek informasi saat terbangun di pagi hari," tandas Eisner.

Alasan utama, para pengguna jejaring sosial adalah untuk mengetahui setiap informasi terbaru termasuk berita-berita di dunia melalui Facebook atau Twitter.

Kendati demikian, Eisner tak mengatakan bahwa jejaring sosial berbahaya bagi penggunannya, tapi ia menyarankan sebaiknya pengguna tak kecanduan dengan situs-situs jejaring tersebut.
 

My Blog List

Site Info

Bagaimana mengubah 
blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit 
dilengkapi Software dan Script Siap Pakai

Followers

eko kurnia's Blog Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template